Mahasiswa PTRP 2024 Melakukan Kegiatan Studio Survei Penataan Ruang PTRP di Kabupaten Magelang

Magelang – Mahasiswa Program Studi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan (PTRP) telah melaksanakan kegiatan Studio Survei Penataan Ruang di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang berlangsung selama 10 hari sejak tanggal 3 hingga 11 April 2026. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari kurikulum pembelajaran lapangan yang bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengidentifikasi serta menganalisis permasalahan, potensi, dan arahan perencanaan tata ruang dan pertanahan berbasis kondisi nyata di lapangan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa PTRP angkatan 2024 bersama dosen pembimbing, serta melibatkan berbagai pihak masyarakat dan instansi terkait. Selama sepuluh hari, para mahasiswa melakukan pengumpulan data primer melalui survei lapangan dan wawancara langsung dengan berbagai stakeholder terkait. 

Kabupaten Magelang dipilih sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada pertimbangan belum tersususnnya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di beberapa kawasan. Kondisi tersebut menjadi kebutuhan yang paling utama dalam dasar pedoman perencanaan tata ruang. Selain itu, karakteristik wilayah yang beragam serta tantangan pengelolaan dan penataan ruang yang ada juga membutuhkan pendekatan perencanaan partisipatif dan berkelanjutan agar terwujudkan pemanfaatan ruang yang terarah dan berkelanjutan di Kabupaten Magelang. 

Kegiatan yang dilakukan oleh tim RTRW Kabupaten mencakup beberapa kegiatan survei yang telah disesuaikan dengan instrumen survei. Kegiatan tersebut meliputi traffic counting yang dilakukan di empat titik lokasi yang dipilih berdasarkan beberapa pertimbangan, seperti fungsi jalan, volume kendaraan, bangkitan dan tarikan lalu lintas, serta titik keramaian. Selain itu, kami juga melaksanakan survei lapangan dengan instrumen geotagging, yaitu kegiatan validasi sarana dan prasarana di seluruh kecamatan di Kabupaten Magelang dengan menggunakan aplikasi Avenza. Kegiatan geotagging ini bertujuan untuk merekap data eksisting sarana dan prasarana yang melayani wilayah kecamatan. Kegiatan terakhir yang dilakukan adalah permintaan data sekunder ke beberapa instansi terkait, yang disesuaikan dengan kebutuhan data guna menunjang keberlanjutan kegiatan studio survei ke depannya. 

Pelaksanaan survei difokuskan pada pendekatan institusional melalui kunjungan ke berbagai Organisasi Perangkat daerah (OPD). Melalui survei instansi ini, mahasiswa dapat memperoleh data terkait kebijakan pembangunan, persebaran dan kondisi infrastruktur, pambaran umum wilayah dari berbagai sektor serta data spesifik lainnya yang didapatkan dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan ini juga dilengkapi dengan wawancara bersama pihak instansi dan pemangku kepentingan untuk menggali informasi lebih mendalam mengenai potensi, permasalahan, arah pembangunan daerah, serta kebutuhan data dan informasi lainnya yang dibutuhkan.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam menggali data secara detail dan santun, serta berharap data dari instansi dan lapangan dapat diolah menjadi dokumen profil wilayah dan rencana tata ruang yang akurat, terukur, dan menjawab tantangan keruangan di Kabupaten Magelang. Masyarakat setempat juga menyambut baik kehadiran mahasiswa. Keterbukaan warga dalam memberikan informasi seputar kondisi tata ruang di Kabupaten Magelang sangat membantu mahasiswa memahami dinamika keruangan di wilayah tersebut. Respons positif ini memotivasi mahasiswa untuk menyusun rekomendasi perencanaan yang teknis secara akademis sekaligus solutif bagi kebutuhan lapangan. Semangat belajar dan dedikasi mahasiswa selama 10 hari ini diharapkan menjadi bekal untuk menuntaskan hasil akhir dari kegiatan lapangan ini.

Sebagai bentuk lanjut dari kegiatan tersebut, seluruh data yang telah dikumpulkan akan diolah dan dianalisis secara sistematis oleh mahasiswa untuk menghasilkan output yang terstruktur. Proses tersebut meliputi pembuatan peta tematik, analisis spasial, dan perumusan rekomendasi yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan wilayah. Dengan demikian, kegiatan studio survei penataan ruang tidak hanya berfokus pada pengumpulan data namun menghasilkan produk perencanaan yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademis dan memiliki manfaat secara praktis. Harapannya mahasiswa mampu menyusun laporan perencanaan yang komprehensif, serta menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan berkelanjutan. Hasil dari kegiatan ini nantinya akan menjadi bahan masukan bagi pihak terkait dalam mendukung penataan ruang wilayah yang lebih baik.