Dhea Amelia Yusrina A.S
Alumni D3 Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Undip Angkatan 2014
Knowledge Management Officer, Mercy Corps Indonesia
Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan global yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan pendekatan yang komprehensif. Di tengah upaya tersebut, Dhea Amelia Yusrina A.S., S.PW, alumni D3 Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Diponegoro angkatan 2014, mengambil peran penting dalam mendukung penguatan ketahanan masyarakat terhadap perubahan iklim melalui pekerjaannya di sektor pembangunan internasional. Saat ini Dhea bekerja sebagai Knowledge Management Officer (KMO) di Mercy Corps Indonesia, sebuah organisasi non-pemerintah (NGO) internasional. Ia tergabung dalam program Zurich Climate Resilience Alliance (ZCRA) yang berfokus pada isu perubahan iklim, ketahanan masyarakat (community resilience), dan kemampuan adaptasi komunitas terhadap berbagai risiko bencana. Perannya dalam pekerjaan dalam menyusun dan mengelola berbagai produk pengetahuan (knowledge products), mendokumentasikan pembelajaran program, melakukan kajian dan riset, serta memastikan berbagai temuan dan praktik baik dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan, pembelajaran, dan advokasi. Ia juga bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, akademisi, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, think tank, hingga komunitas lokal dalam mendukung penguatan ketahanan masyarakat di kawasan daerah aliran sungai (DAS) di Provinsi Jawa Tengah.
Bagi Dhea, pengalaman berkuliah di DIII PWK Undip bukan hanya tentang mempelajari tata ruang atau perencanaan wilayah dan kota. Hal yang paling berkesan adalah bagaimana membentuk cara pandang yang luas melalui pendekatan ilmu yang multidisiplin.
“DIII PWK mengajarkan saya untuk melihat suatu persoalan dari berbagai perspektif, mulai dari aspek sosial, ekonomi, lingkungan, kebijakan, hingga aspek teknis. Dari situ terbentuk pola pikir yang lebih komprehensif dalam memahami dan menyelesaikan masalah,” ungkapnya.
Selama masa perkuliahan, Dhea tidak hanya berkembang melalui proses akademik seperti kuliah, studio, tugas, penelitian, dan kerja lapangan, tetapi juga melalui pengalaman berorganisasi. Berbagai aktivitas tersebut menjadi sarana pembelajaran yang membentuk kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, komunikasi, koordinasi, dan adaptasi menghadapi berbagai tantangan. Nilai-nilai tersebut terus menjadi bekal penting dalam perjalanan karier profesionalnya hingga saat ini.
Salah satu keunggulan lulusan DIII PWK adalah memiliki kemampuan sebagai seorang generalis yang mampu memahami berbagai isu pembangunan secara terintegrasi. Bekal tersebut membuka banyak peluang karier, tidak hanya sebagai perencana wilayah dan kota dalam pengertian konvensional, tetapi juga di berbagai sektor pembangunan lainnya. Tidak hanya materi kuliah yang memberikan manfaat, tetapi juga proses pembelajarannya. Beragam tugas dengan tenggat waktu yang ketat, diskusi kelompok, presentasi, penelitian, hingga kegiatan kerja lapangan yang melibatkan interaksi dengan masyarakat secara langsung ternyata menjadi sarana latihan yang sangat berharga.
Pengalaman-pengalaman tersebut membentuk kemampuan manajemen waktu, berpikir sistematis, komunikasi, ketahanan diri, serta kemampuan beradaptasi terhadap situasi yang dinamis—kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja saat ini. Berbagai pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya bahwa lulusan PWK dapat berkontribusi di berbagai bidang selama memiliki kemauan untuk terus belajar dan berkembang. Pola pikir yang dibangun selama kuliah justru memungkinkan saya berkontribusi di sektor pembangunan internasional, khususnya dalam isu perubahan iklim dan ketahanan masyarakat.
Dhea membagikan pesan bagi mahasiswa dan adik tingkat yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia profesional.
“Stay curious, stay resilient, and expand your connections!”
Menurutnya, mahasiswa tidak perlu membatasi diri pada satu jalur karier tertentu. Dunia kerja terus berkembang memiliki peluang untuk berkarya di berbagai sektor, mulai dari pemerintahan, konsultan, organisasi internasional, NGO, akademisi, hingga sektor swasta. Ia juga mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan masa kuliah sebagai ruang eksplorasi seluas-luasnya, mengikuti organisasi, magang, penelitian, kompetisi, kegiatan sosial, maupun aktivitas di luar kampus dapat menjadi pengalaman berharga yang akan memperkaya kompetensi dan memperluas jejaring profesional.
“Bangun jejaring sejak dini dan jaga attitude dengan baik, karena sering kali kesempatan datang melalui relasi dan pengalaman yang kita miliki. Teruslah belajar, berani mencoba hal baru, dan jangan takut keluar dari zona nyaman”.