Tim KKN-T 125 Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan verifikasi lapangan lahan pertanian dan pemetaan partisipatif batas lahan kas desa di Desa Tanjungsari, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini dilaksanakan pada minggu kedua dan ketiga pelaksanaan KKN (8 – 15 Juli 2026).
Pelaksanaan ini dilaksanakan oleh Tim Multidisiplin 1 yang terdiri dari Harun Nur Achmad Sasongko (PTRP), Nu’aim Fadlu Ramadhani (Agroekoteknologi), Rafi Aulia Akmal Erlangga (Teknik Geologi), Aulia Dwi Rahmayani (Bisnis Digital), Genevine Alfirenee Jessica Hutauruk (Agroekoteknologi), Nain Solekhudin (Ilmu Kelautan), dan Rizqi Adika Permana (Statistika). Program ini bertujuan untuk memperoleh data spasial mengenai tanah kas desa serta sistem irigasi guna mendukung sektor pertanian melalui rangkaian proses identifikasi, pengukuran, pengolahan, hingga pemetaan hasil data.
Pada minggu kedua KKN, tim melakukan koordinasi pembagian tugas, diskusi bersama perangkat desa, serta orientasi wilayah langsung kondisi lahan pertanian dan sistem irigasi di Desa Tanjungsari sebagai langkah awal dalam menentukan lokasi pengambilan data. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada minggu ketiga yang meliputi briefing tim, tracking jalur irigasi guna mengidentifikasi sumber air serta keterkaitannya dengan lahan pertanian menggunakan aplikasi Avenza, dan pengukuran dimensi fisik saluran irigasi untuk mengetahui lebar serta kedalaman saluran. Selain itu, dilakukan pula pengukuran tanah kas desa melalui penandaan titik koordinat dengan bantuan perangkat GNSS dan aplikasi Avenza yang bertujuan untuk memetakan luasan tanah kas desa beserta demplot tanah pertanian. Selama kegiatan berlangsung, tim mendokumentasikan kondisi lapangan serta mencatat berbagai titik penting guna mendukung proses pemetaan selanjutnya.

Berdasarkan hasil pengukuran lapangan yang telah dianalisis, diperoleh data terkait sistem irigasi, tanah kas desa, dan demplot pertanian di Desa Tanjungsari. Total panjang irigasi permanen tercatat sebesar 5.472,90 meter dan panjang irigasi non-permanen sebesar 7.630,91 meter dengan rata-rata lebar saluran 0,56 meter dan kedalaman 0,31 meter. Selain itu, pendataan tanah kas desa mencakup 73 bidang dengan luas tanah kas sebesar 7,76 hektar serta luas tanah bengkok desa sebesar 11,18 hektar. Pemetaan tersebut juga mencakup demplot tanah pertanian seluas 0,83 hektar atau 8.300 meter persegi. Seluruh data spasial ini disajikan dalam bentuk peta dan laporan di akhir program. Perangkat Desa Tanjungsari menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN-T 125 Undip yang turut membantu pembangunan desa. Melalui kegiatan ini, diharapkan data yang diperoleh dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan pertanian serta pengembangan desa kedepann