Dari Kampus ke Kawasan: Kisah Sukses Monang Wijaya Ramadhan, Project Director Perumnas

Perjalanan karier Monang Wijaya Ramadhan adalah potret nyata bagaimana keberanian dan ketekunan dapat membawa seseorang melangkah jauh. Alumni Teknik Planologi Universitas Diponegoro angkatan 2008 ini lulus pada tahun 2013, namun kisah suksesnya telah dimulai jauh sebelum toga dikenakan. Saat masih menjadi mahasiswa, Monang tak hanya fokus pada perkuliahan. Ia aktif mengambil peluang dengan bekerja paruh waktu, membantu senior dalam pekerjaan pemetaan dan analisis pola ruang. Keberanian untuk melangkah lebih jauh muncul di tahun 2010, ketika ia mulai menerima proyek secara mandiri. Di saat yang sama, ia juga dipercaya menjadi asisten dosen untuk mata kuliah Teknologi Informasi, Analisis Pola Ruang, dan Interpretasi Ruang. Hal tersebut membuat dirinya bertambah pengalaman dan semakin mengasah kemampuan teknis dan akademiknya.

Dalam perjalanannya di bangku kuliah, Monang mengaku banyak belajar tentang pentingnya mengintegrasikan Geographic Information System (GIS) dengan perencanaan tapak kota sebagai sebuah pendekatan yang kelak menjadi fondasi kuat dalam karier profesionalnya. Selepas lulus, Monang sempat menjajal dunia perbankan dengan bergabung di BRI sebagai marketing hingga tahun 2015. Namun, panggilan di bidang perencanaan dan pembangunan membawanya bergabung dengan Perum Perumnas, sebuah perusahaan pengembang milik negara yang memiliki misi besar dalam penyediaan perumahan bagi masyarakat Indonesia.

Di Perumnas, Monang menemukan ruang untuk mengimplementasikan ilmu yang diperolehnya di bangku kuliah, khususnya dalam perencanaan kawasan perumahan dan pengambilan keputusan strategis. Pengalaman lintas bidang yang ia jalani membentuk perspektif yang komprehensif dalam mengelola proyek dan berinteraksi dengan berbagai pihak. Kini, Monang dipercaya mengemban amanah sebagai Project Director untuk wilayah Kepulauan Riau, yang mencakup tiga lokasi strategis: Kota Batam, Kabupaten Bintan, dan Kota Tanjung Pinang. Dalam perannya, ia bertanggung jawab mengelola proyek secara menyeluruh dimulai dari aspek pertanahan, perencanaan, pembangunan, hingga pemasaran dan keuangan yang selaras dengan visi dan misi perusahaan.

Bagi Monang, perjalanan ini bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang kontribusi nyata bagi masyarakat. Ia pun berpesan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa Planologi, untuk terus adaptif, interaktif, dan kompetitif dalam menghadapi setiap peluang. “Tidak ada yang sia-sia, kecuali hanya berdiam diri,” ujarnya. Kisah Monang menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dimulai sejak bangku kuliah dapat berkembang menjadi perjalanan besar yang berdampak luas.